Dilema Besar

Keyakinan adalah hal yang paling penting di setiap kehidupan… Keyakinan erat sekali hubungannya dengan cinta… Cinta membawa setiap manusia untuk selalu lebih maju dan lebih mengerti tentang arti kehidupan yang sesungguhnya… Hidup seperti air,mengalir tanpa lelah,mencari ujung dari setiap sungai… Kehidupan merupakan sebuah pilihan.. Kehidupan juga sebuah tujuan… Disetiap kehidupan manusia terdapat sesuatu hal yang harus diperjuangkan dan dia adalah hal yang akan kuperjuangkan di dalam kehidupanku.. Pilihan kadang membuat kita jenuh dan pilihan juga dapat membuat kita mati dalam waktu… Akan tetapi pilihan akan selalu ada di dalam hidup semua orang… dan semmua orang itu wajib menentukan kehidupannya ke arah yang dia inginkan…

Cinta dalam Hati

Keyakinan akan cinta adalah benar. Cinta itu ada dan cinta selalu memberikan yang terbaik untuk kita. Cinta selalu menemani dimanapun kita berada dan Cinta itu indah seperti bola mata seorang malaikat yang turun dari surga. Tapi terkadang cinta tidak memberikan yang terbaik untuk kita tak kala cinta selalu berusaha untuk memperindah kehidupan. Tapi mengapa jalan yang engkau beri tak selurus permadani berwarna merah di istana? Mengapa jiwa ini bersedih di setiap waktu yang berputar melawan arah? Coba kita lihat pelangi yang indah di sore hari. Penahkah matahari menyimpan senyumnya untuk kita? pernahkah bulan tak benderang menemani manusia? Begitulah cinta… selalu ada untuk kita dan tak akan pernah pergi karena cinta itu abadi.. Cinta akan pergi jika tersakiti. Maka mintalah pada Sang Pencipta agar memberikan cinta sejati dan abadi untuk kita di dunia.. Memohonlah padanya untuk itu dan gapailah surganya untuk dia. Jalanilah kehidupan karena dia dan untuk dialah kita bercinta, karena dialah Maha Kuasa untuk segalanya dan Pengakhir untuk segalanya dan selamanya……. Kumohon berikan cintaku itu dan hembuskanlah keridhoanmu untukku…… Karena aku mencintai hanya seijinmu dan aku menyangi hanya sebatas nafas yang kau berikan…. Cintaku tak sehidup cinta yang kau berikan…

Ketika Malam Menjadi Sahabat

Cerita ini adalah sebuah pengalaman yang tidak akan terlupa dari ingatanku selama aku masih bisa bernafas. Yogyakarta adalah tempat kami semua mengadakan live in untuk pertama kalinya bagiku mngkin juga bagi teman-temanku. Perjalanan dimulai pada pukul 15.00 dari Jakarta. Kami semua berkumpul bersama-sama untuk melangsungkan perjalanan Live in ke kota yang penuh keindahan tersebut. Selama perjalanan, kami semua menikmatinya dengan bergembira. Keindahan pepohonan yang menghijau, serta gunung-gunung yang menjulang tinggi ke angkasa seakan menjadi saksi perjalanan kami semua menuju Yogyakarta. Ketika malam tiba, kami semua masih merasakan kehangatan yang menemani kami sepanjang waktu, menikmati indahnya malam di tengah-tengah suara kehidupan yang terdengar lembut. Hahaha…. Wajah-wajah yang lesu seakan-akan menopengi meraka di kala mereka tertidur lenyap. Kami yang tidak bisa tidur, hanya mondar-mandir menertawai wajah mereka yang agak lucu di saat mereka tertidur. Waktu tetaplah waktu,tak berhenti dan tak akan berhenti sampai dunia terhenti. Pagi menjelang, wajah-wajah lesu telah pudar dan wajah-wajah indah kini terbit. Kami telah terbangun dari tidur di pagi hari. Kami masih bisa merasakan indahnya alam Yogyakarta sesaat kami sampai pada tempat tujuan.

Sesampai pada lokasi Live in, kami semua telah lama di tunggu oleh bapak-bapak dan ibu-ibu yang akan menjadi orang tua angkat kami selama kami bermalam di kota yang sunyi. Disana kami harus memainkan peran sebagai anak dari mereka. Kami juga harus mengikuti kegiatan bapak dan ibu angkat kami untuk mendapat laporan yang baik kepada bapak dan ibu guru. Kami harus meringani pekerjaan mereka dan kami juga tidak boleh merepotkan mereka selama kami ada di dalam lingkup kehidupan yang agak sunyi bagi jiwa yang indah seperti mereka.

Kebetulan saya di tempatkan di kediaman Bapak Budiman yang mempunyai pekerjaan sebagai seorang petani dan membuka warung kecil di pingir tembok rumah yang sederhana. Saya di tempatkan di sana bersama seorang sahabat saya, Richard. Kami berdua menjalani kehidupan sehari-hari secara bersama-sama. Kami membantu bapak angkat kami, dengan pergi ke sawah serta mencari rumput yang digunakan untuk memberi makan kambing. Kami juga membantu ibu angkat kami dengan membantu beliau untuk menjaga warung keluarga itu.

Malam sekan-akan tak sabar untuk segera muncul. Angin bertiup perlahan-lahan membasuh wajah di keheningan malam yang segera saja menyelimuti rumah yang melindungi kami. Penglihatan seakan terbatas di banyaknya pepohonan yang memenuhi jalan-jalan serta bebatuan kecil yang menjadi penghias jalan. Waktu tak pernah berhenti. Segelas teh hangat menemani kami berdua untuk menyantap biskuit-biskuit yang di sediakan mereka. Sesekali kendaraan bermotor lalu-lalang untuk memberikan keramaian pada kami yang membisu akan malam. Hahahaha.. Aku memang senang hidup di malam. Malam seperti keluarga bagiku, disanalah tempatku berbagi hati, tempatku mencurahkan segala isi hati di sela-sela kehidupan yang keras bagiku. Malam tak lain adalah cinta bagiku. Menemani di kala cinta tengah bersedih, menasihati kala hati tengah gundah…

Setiap hari aku melakukan pekerjaan yang sama. Pergi ke ladang, Menjaga warung, serta memberi makan kambing-kambing yang indah bulunya. Kami berdua sungguh bahagia, seakan-akan ragaku tak ingin meninggalkan kota yang indah ini. Seakan-akan jiwaku menangis ketika waktu pulang mendekat.

Hahahaha… Apakah waktu akan mengembalikan semua? apakah malam akan menemani kembali kala hujan membasahi wajahku?

Huh..! Kami seakan berat untuk mengucapkan perpisahan kepada mereka, kepada alam yang indah, kepada malam yang selalu ada di hatiku, kepada sahabat-sahabat cinta, kepada roda kehidupan, kepada penghuni langit yang angkuh, kepada cinta yang tak terlepas, akankah semua kembali?

Tanpa terasa hari itu tiba, kami semua kembali pulang dengan membawa oleh-oleh yang membuat hati kami tersenyum, walau nilainya tak seberapa. Kami besorak-sorai menyambut pagi yang selalu cerah dalam kehidupan.

Terima kasih Allah atas segala rahmatmu yang engkau berikan, terimakasih ya Allah atas alam yang indah dan selalu aku ingin bersahabat dengannya….!

Dia

jiwa.jpgManusia adalah ciptaan Tuhan yang hidup melalui cinta…. Kita tercipta untuk mencintai dan di cintai…. Kita melangkah di atas cerita cinta dan diselimuti kesedihan yang menemani penghuni-penghuni langit yang berdiri terhadap bumi… Apa yang dirasa adalah sesuatu yang datang dari Tuhan…. Hilangnya cinta adalah cinta itu sendiri yang kita terima… Kehidupan adalah malam yang begitu gelap,bagi para jiwa yang tersesat oleh cinta…. Akan tetapi kehidupan adalah pagiyang cerah untuk jiwa yang bahagia….. Biar mereka tau bahwa aku adalah cinta yang mengharapkan dia.. Biar mereka tau b ahwa aku adalah jiwa yang menunggu dia… Kini tak lagi ada cerita… Kini tak lagi ada mereka… Jiwaku tertinggal jauh hingga tak sanggup aku berlari… Hatiku terjatuh hingga aku tak lagi bernyanyi….. Mungkin orang mengira aku adalah Benalu yang mencari banyak mangsa…. Tapi jiwa ini hanya untuk dia dan selalu untuk dia…. Sebanyak pasir di alunan pantai tak akan bisa menyaingi banyaknya cintaku terhadap sang cinta… Kuingin penghuni langit tau bahwa dia adalah tangan yang ku pegang hinga akhir nanti… Kuingin beribu-ribu pasang mata tau bahwa aku adalah jiwa yang memiliki dia….. Jari-jari cintapun pasti akan bertanya pada malam yang terang hingga masa akan berhenti melangkah di tengah-tengah cinta… Jiwailah aku wahai sang cinta… Milikilah aku satu cintaku yang dulu hilang…


 

Februari 2012
S S R K J S M
« Okt    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Tulisan Teratas

  • Tidak ada

Komentar Terakhir

Blog Stats

  • 49 hits

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.